Kamis, 07 Desember 2017

Lupa Pasword.... Blog pun terbengkalai

Sahabat.....

Lama juga saya tak posting di blog yang saya bikin di 2009. 
Alhamdulillah..... malam ini (07/12/2017) email masuk ke blogger ini bisa saya buka kembali. sebelumnya..... masya Allah saya lupa password dan email. jadinya blog ini terbengkalai.

Ada yang berubah namapak, semual http://saerojiforbis.blogspot.com kini jadi http://saerojiforbis.blogspot.co.id. Ini sih.... sudah dari sononya kali ye.....


pokoknya seneng banget deh blog ini bisa kebuka kembali

Selasa, 07 Oktober 2014

Sekelumit Tentang Kahlil Gibran

Kahlil Gibran atau Jubran Khalil Jubran adalah salah seorang sastrawan perantauan (Mahjar) beraliran romantik. Lahir 6 Januari 1883 di sebuah desa bernama Besharri, Lebanon1 Utara dan meninggal pada 1931 di usia 48 tahun.
 
Gibran adalah salah seorang pengikut Gereja Katholik Maronit. Ia berasal dari keluarga terpandang —kakeknya termasuk tokoh masyarakat di Besharri— namun hidup dalam kondisi kemiskinan secara ekonomis.2 Ayahnya bernama Khalil bin Gibran, seorang gembala yang memiliki kebiasaan memainkan Taoula, merokok narjille (pipa air), mengunjungi teman-temannya untuk sekedar mengobrol. Kadangkala ia juga minum arak dan berjalan-jalan di padang luas pegunungan Lebanon.



Sedangkan ibunya, Kamila, adalah anak terakhir dari seorang pendeta Maronit, Estephanos Rahmi, yang berstatus janda sebelum menikah dengan Khalil. Pernikahan Kamila dengan suami pertamanya, Hanna Abdel Salam, dikaruniai seorang putra bernama Peter. Sedangkan dari perkawinannya dengan suami kedua, yaitu Khalil bin Gibran, Kamila dianugerahi tiga anak. Selain Gibran diberi nama sama dengan nama ayahnya, Kamila juga melahirkan dua anak perempuan, yakni Mariana, dan Sultana.






Akan tetapi, dalam kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan tidak menyurutkan gerak Gibran untuk mengenyam bangku sekolah. Mula-mula ia belajar banyak hal, terutama bahasa, musik, dan sedikit mengenal tentang seni lukis dari ibunya yang polyglot (menguasai bahasa Arab, Perancis, dan Inggris). Tatkala usianya masih terlalu kecil, si ibu memperkenalkan sebuah kisah dari negeri Arab yang cukup tersohor, Kisah Seribu Satu Malam, juga Tembang Perburuan (Hunting Song) karya Abu Nawas. Ini artinya, sejak kecil Gibran bergelut dengan pelajaran sastra.

Didasari keinginan kuat untuk mengurangi beban kemiskinan keluarga, pada tahun 1894, Peter, saudara tiri Gibran yang saat itu berusia 18 tahun mengutarakan keinginan untuk berimigrasi ke Amerika. Semula ibunya menolak rencana itu. Namun akhirnya sang ibu menyetujui dengan syarat keluarganya dapat berangkat secara bersama-sama. Hanya saja sang ayah menolak dengan alasan memelihara sedikit harta yang mereka miliki. Tetapi penolakan sang ayah itu tidak mengurangi niat Kamila, Gibran dan kedua saudaranya dengan dimotori Peter untuk terus berangkat ke Amerika.

Langkah tersebut memang lazim dilakukan oleh para penduduk Lebanon. Sebab, ada tiga alasan penting yang menjadi faktor pendorongnya, yaitu:
Pertama, keinginan untuk melepaskan diri dari tindakan represif Turki Usmani.
Kedua, untuk mencari modal atau memperbaiki perekonomian keluarga.
Ketiga, untuk kedua tujuan tersebut sekaligus.4

Setelah menginjakkan kaki di Amerika, mereka menuju Boston di mana banyak penduduk asli Besharri dan Syiria membentuk koloni di China-town. Sang ibu, Peter, dan dua saudara perempuan Gibran bekerja mencari uang. Dia sendiri terpaksa masuk sekolah untuk memperoleh pendidikan lebih. Selama dua tahun bersekolah itulah, tampak kecerdasan dan kecemerlangan otak Gibran memukau gurunya. Ia selalu memperoleh nilai tertinggi di antara teman-teman “asing”nya di sana. Oleh sang guru, Gibran kemudian disarankan untuk menyingkat namanya menjadi “Kahlil Gibran” dari nama semula “Jubran Khalil Jubran”.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Amerika, Gibran bermaksud kembali ke Lebanon guna mendalami bahasa aslinya (bahasa Arab) dan mengenal banyak karya pemikir dan sastrawan Arab terdahulu. Setelah keinginannya dikabulkan oleh ibunya, dalam rentang waktu antara tahun 1896–1901, Gibran menempuh pendidikan di sebuah sekolah terkemuka, Madrasah Al-Hikmah, yang terletak di Beirut sekarang.

Di madrasah itu, Gibran belajar Hukum Internasional, ketabiban, musik dan sejarah Agama. Selama periode 1898 dia menjadi penyunting pada majalah sastra dan filsafat, Al Hakekat. Dengan bekal kemampuan Gibran dalam seni lukis dan didasari kekagumannya pada para pemikir besar Arab yang diketahuinya dalam kelas, pada 1900 Gibran membuat sketsa wajah penyair Islam periode awal seperti Abu Nawas, al-Mutanabbi, al-Farid dan Khansa (penyair besar perempuan dari Arab), juga wajah para filosof seperti Ibnu Khaldun dan Ibnu Sina.

Selama itu pula ada sebuah kenangan indah yang mempengaruhi jiwanya secara mendalam, yaitu kisah cinta pertamanya dengan Hala Daher, seorang putri dari sebuah keluarga aistokrat di Lebanon. Oleh Gibran kisah itu lalu diabadikan dalam novelnya, The Broken Wings (1912).5

Tetapi ketidaksetaran status sosial telah menjadi tembok yang membatasi cinta keduanya. Sejak saat itu, Kahlil berubah secara drastis. Hati dan cintanya yang terluka telah menjadikan dirinya sebagai seseorang yang membenci seluruh kehidupan tradisi perkawinan ketimuran yang diatur dalam “kasta-kasta” sosial.

Menginjak usianya ke-18 tahun, Gibran telah menyelesaikan studinya di Madrasah al-Hikmah dengan hasil sangat memuaskan. Namun, karena didorong keinginan memperluas ilmu dan wawasan serta mendalami seni lukis, dia memutuskan untuk berangkat ke Paris. Dalam perjalanannya itu, Gibran menyempatkan diri singgah di Yunani, Italia, dan Spanyol pada 1901.

Di Paris, Kahlil Gibran tinggal selama dua tahun. di kota inilah dia menulis buku Spirits Rebellious, sebuah buku yang terkenal dengan kritikannya terhadap keadaan sosial, para pejabat tinggi, pengurus keagamaan, juga cintanya yang kandas. Karena bukunya itu, Gibran sempat dikucilkan pihak Gereja Maronit dan diasingkan oleh pemerintah Turki di Lebanon. Keduanya juga membakar karyanya di berbagai tempat di Beirut.

Kemalangan Gibran tidak cukup sampai di sini. Tahun 1903 dia menerima surat dari saudaranya, Peter, yang memintanya untuk segera kembali ke Boston sebab adiknya, Sultana, meninggal akibat terserang penyakit Tuber Culosa (TBC) dan ibunya menderita sakit berat. Pada tahun yang sama di bulan Maret, Peter juga meninggal akibat wabah serupa.

Kepedihan Gibran serasa bertumpuk setelah ibunya yang tercinta turut menyusul kedua saudaranya menghadap Yang Kuasa, tepat tiga bulan setelah kematian Peter. Kehilangan sang ibu yang dicintainya membuat Gibran amat terpukul dan patah arang. Baginya, kini hanya tinggal Mariana, adik sekaligus kawan yang setia menemani di negeri orang. Secara historis, tampak bahwa realitas kemalangan yang dialaminya di Boston telah mempengaruhi seluruh karyanya di kemudian hari.

Ia mulai aktif menulis termasuk menulis beberapa artikel yang tersebar di berbagai media massa. Tulisan-tulisannya mampu mencengangkan pengagum sastra dunia, termasuk kritikus sastra Arab terkemuka, May Zaidah. Bermula dari polemik di media massa sejak 1912, ternyata sentuhan cinta keduanya mampu merekatkan jarak Amerika-Arab meski sampai akhir hayatnya, mereka tidak pernah saling bertemu.6

-----------------------------------zie-------------------------------------------

1 Kata Lebanon dalam bahasa Semit kuno berarti “putih” yang dianalogikan dengan serpihan salju di lereng gunung-gunungnya. Lebanon dideklarasikan sebagai sebuah negara dengan otonomi penuh dari penjajah dan bebas menentukan nasibnya sendiri sejak 26 November 1941.
2 Kahlil Gibran, Di Depan Singgasana Kecantikan, terj. Azhariah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. vi.
3 Dr. Joseph Peter Ghougassian, Sayap-Sayap Pemikiran Kahlil Gibran, terj. Ahmad Baidawi, (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2000), hlm. 17.
4
5 The Broken Wings dalam bahasa Arab adalah al-Ajninah al-Mukassarah dan diterjemahkan dalam bahasa Indoesia dengan judul Sayap-Sayap Patah. Dalam karya tersebut, Gibran menyamarkan nama Hala Daher dengan nama Selma.
6 A. Sudiarja dalam pengantar buku Karen Armstrong, Menerobos Kegelapan; Sebuah Autobiografi Spiritual (Bandung: Mizan, 2004), hlm. 35.

Sabtu, 26 Januari 2013

Jumat, 14 September 2012

Hari Ini Dalam Catatan...................

14 September, ---entah ini penting atau tidak, namun setidaknya pada tanggal 14 September ada beberapa catatan penting bagi kita, seperti yang dilansir situs terkemuka wikipedia

14 September 786 : Harun Ar-Rasyid menjadi kalifah Abbasiyah setelah kematian saudaranya al-Hadi.

14 September 1886 : Pita mesin ketik dipatenkan.

14 September 1960 : OPEC didirikan.

14 September 1999 : Kiribati, Nauru dan Tonga bergabung dengan PBB

14 September 2003 : Melalui referendum, Swedia menolak untuk mengadopsi mata uang Euro. 

14 September 2003 : Referendum di Estonia menyetujui untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Sabtu, 30 Juni 2012

3 Hal Penting dalam Proses Pemasaran

Sering kali ketika seorang pebisnis hendak melakukan proses pemasaran produk atau jasa sebagai bagian dari marketing strategi, yang pertama kali terbayang biasanya ada dua hal. Pertama, mereka selalu mengatakan bahwa mereka tidak punya cukup anggaran atau dana promosi yang tersedia terbatas. Dan kedua, bagaimana agar promosi yang dilakukan bisa cukup mengena walau dana yang tersedia terbatas. Kedua hal ini tidak salah. Namun ada langkah penting dalam proses marketing yang perlu diingat dan dilakukan. Langkah ini merupakan bagian awal yang sangat mendasar saat seorang pebisnis hendak melakukan proses pemasaran. Apakah itu? 3 Langkah Proses Pemasaran 1) Tentukan target market Hal pertama yang perlu dilakukan untuk memasarkan adalah menetapkan target market. Siapa yang menjadi sasaran produk atau jasa anda. Ketahui apa saja kebutuhan dan keinginan target pasar anda. Boleh saja misalnya anda mengarahkan pada beberapa kelompok target market. Namun perlu diingat, setiap marketing yang sukses harus fokus pada target yang dituju. Fokus pilih sebuah target market pada satu waktu. Dari sekelompok target market tersebut, temukan juga orang-orang yang punya hasrat lebih pada produk anda. Sebab pada merekalah anda bisa menjual lebih sering dan lebih banyak. 2) Berikan penawaran Langkah kedua pada proses pemasaran adalah penawaran. Pada target market tersebut, sampaikan penawaran anda. Bukan sekedar penawaran biasa, tapi penawaran yang menarik. Dan yang perlu diingat juga yang anda jual sebetulnya adalah nilai manfaatnya. Misalnya anda anda berjualan jam tangan. Keliru BESAR kalau anda katakan anda berjualan jam tangan. Sebab yang orang beli bukan jam tangan. Orang membeli ketepatan waktu, kenyamanan saat dipakai, keren, trendy dan fashionable. Mengerti kan? :) Agar penawaran anda selalu berhasil, buat penawaran yang tak bisa ditolak. Mainkan bahasa marketing anda secara maksimal. Arahkan pada target market anda. Sebab itulah mengenali target market anda dengan baik amat penting. 3) Media yang dipakai Langkah ketiga dalam proses pemasaran adalah penting memperhatikan media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan anda. Kebanyakan orang yang kurang mengerti marketing biasanya akan langsung “melompat” ke bagian ketiga ini. Apa akibatnya? Akibatnya pemasaran yang mereka lakukan menjadi kurang efektif karena tak tahu siapa yang disasar dan bagaimana memberikan penawaran yang hebat. Karena itu lakukan terlebih dulu dua hal dalam proses pemasaran sebelumnya. Lalu media apa sebaiknya dipakai? Cari media yang paling efektif untuk menjangkau mereka. Kalau target market anda adalah orang-orang di sekitar rumah anda yang mungkin masih jarang menggunakan internet, tentunya media yang lebih efektif adalah dengan bertatap muka langsung atau dengan selebaran. Tapi kalau target market anda sudah lebih luas lagi, anda bisa pilih media lainnya, bisa media cetak, radio, televisi, atau internet. Intinya, cari media yang paling mudah untuk menjangkau mereka agar pesan yang ingin anda sampaikan dapat diterima target market. Sekian dulu posting mengenai proses pemasaran ini. Ada komentar? sumber: http://www.jokosusilo.com/2012/06/10/3-hal-penting-dalam-proses-pemasaran

Kamis, 03 November 2011

Ketika Sukses Jadi Sebuah Pilihan...................


Anda dan saya tentu sepakat, sukses dalam kehidupan adalah menjadi dambaan setiap orang. Sukses yang saya maksud, tentunya sukses dunia akhirat. Kenapa? Sukses di dunia saja, tentu sangat rugi bagi anda, yang meyakini adanya kehidupan setelah kematian. Lantas?

Soal sukses dua alam yang berbeda ini, pijakannya sudah jelas. Anda harus berupaya keras dalam memenuhi segala kebutuhan hidup. Anda, bila yakin akan ada kehidupan setelah kematian, tentu juga harus mempersiapkan bekal di alam baqa.

Sukses dalam melakoni kehidupan dunia, bergantung pada seberapa kuat motivasi anda untuk sukses. Apa sebetulnya yang menjadi tujuan hidup anda? Bisnis apa yang harus anda bangun? Kehidupan macam apa yang anda inginkan? Semuanya bergantung pada motivasi anda untuk mencapainya.

Anda seorang pebisnis, tentu ingin sukses dalam bisnis. So, anda perlu terus belajar dan belajar. Pelajari mereka yang sudah sukses. Kenapa mereka bisa sukses? Tentunya, ada sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran yang saya maksud, bukan berkutat pada kegiatan yang selama ini diajarkan di sekolahan. Melainkan bagaimana anda belajar dari pengalaman anda dan pengalaman orang sukses.

Begitu halnya dengan sukses yang anda harapkan, saat harus memenuhi panggilanNya. Anda harus memenuhi segala persyaratan, menuju sukses kehidupan setelah kematian.

Oke...... intinya sukses anda ditentukan oleh motivasi anda untuk sukses. Anda tidak bisa menggantungkan nasib sukses anda pada orang lain.

Selasa, 18 Januari 2011

Ingin Sukses? Manfaatkan Waktu Anda


Tidak jarang anda selalu disibukkan persoalan kehidupan. Namun, dibalik kesibukan itu, ternyata tidak membawa kesuksesan pada kehidupan anda. Anda tetap saja bergerak pada rel yang itu-itu juga. Loh…. Kok bisa ya? Sementara kawan-kawan anda, yang juga sama-sama sibuk, telah banyak yang sukses.

Apa yang membuat mereka sukses? Sebetulnya saya yakin anda sendiri sudah tahu jawabannya.

Sekedar berbagi, postingan kali ini sengaja saya ketengahkan persoalan kesibukan kita. Apakah kesibukan anda bersifat produktif? Atau memang sekedar sibuk?

Jujurlah anda pada diri sendiri. Berapa lama anda habiskan waktu untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan pokok anda? Lalu, selebihnya anda gunakan untuk apa? Sekedar online dengan jejaring sosial misalnya, atau ngobrol kesana-kemari tanpa ada hasil?

Anda tentu sepakat, mereka yang sukses selalu menghargai waktu. Tiap detik mereka fokuskan untuk kesuksesan mereka. Bagi mereka, waktu adalah segalanya. Inilah sebetulnya yang membuat seseorang menjadi sukses. MANAJEMEN WAKTU.

Coba anda renungkan kembali. Apa yang menjadi tujuan hidup anda sebenarnya. Saya percaya dengan anda, tentunya ingin SUKSES. Bila itu jawaban anda, maka mulai sekarangan hargailah waktu anda. Pergunakan setiap kesempatan luang yang anda miliki untuk membangun langkah menuju KESUKSESAN hidup.

Atur jadwal kegiatan anda. Mulailah anda menanamkan prinsip kesibukan anda adalah proses menuju kesuksesan. Jadi kesibukan anda bukan sekedar sibuk, namun harus benar-benar produktif. Kuncinya tentu saja, hargailah WAKTU anda. Jangan biarkan berlalu begitu saja, tanpa ada sebuah komitmen untuk perubahan kehidupan anda.